.........................................................
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
,.,.,.,.,./,./.,/./,././.>>>>>>>>.......................
/????????????????????????????????????????????????????????
';;;;;;;;;;;;;'.//////////////////.''''.l';l.';.,,,,,,,,,,.
"?>.........."?>""""""""""""""""?">'''''''''''''''''./'/.
;'''''''''''''l.';;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;.';;;;;;;;;;;.,;'
terima kasih...
Selasa, 17 Mei 2011
C.E.T.S (Center of Technology Studies)
CETS merupakan lembaga yang bergerak di bidang penelitian untuk pengembangan teknologi lingkungan. CETS merupakan salah satu elemen lembaga penelitian di Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi bidang penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya di bidang lingkungan.
CETS berdiri pada tanggal 24 September 2005 yang di ilhami oleh hasil Rapat Koordinasi Kerja Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (RAKORJA FTSP) 16 Agustus 2005 yang mengangkat isu perlunya dibuat suatu wadah yang dapat menyalurkan professional skill para dosen di Jurusan Teknik Lingkungan dan guna meningkatkan peran serta memecahkan permasalahan lingkungan, yang akhir-akhir ini banyak terjadi di Indonesia.
CETS memiliki kepedulian terhadap isu permasalahan lingkungan dengan pendekatan pemecahan masalah secara terpadu oleh berbagai bidang keahlian ilmu terkait yang dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian, pelatihan, capacity building, community based development, dll guna mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.
CETS berdiri pada tanggal 24 September 2005 yang di ilhami oleh hasil Rapat Koordinasi Kerja Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (RAKORJA FTSP) 16 Agustus 2005 yang mengangkat isu perlunya dibuat suatu wadah yang dapat menyalurkan professional skill para dosen di Jurusan Teknik Lingkungan dan guna meningkatkan peran serta memecahkan permasalahan lingkungan, yang akhir-akhir ini banyak terjadi di Indonesia.
CETS memiliki kepedulian terhadap isu permasalahan lingkungan dengan pendekatan pemecahan masalah secara terpadu oleh berbagai bidang keahlian ilmu terkait yang dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian, pelatihan, capacity building, community based development, dll guna mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.
mengecewakan
Pundak ku masih membungkuk berat mengarah ke depan .
kekosongan menjadi dialog-dialog naskah sebentar . membilah sepotong kue-kue basi berantakan .
Aku bukan purnama di sudut jendela dengan bulatan sempurna menarik retina bicara .
atau bak melati putih, hidup dalam secercah pesona hanya menguning ketika tua .
Aku hanya sebutir debu terinjak lalu terbang kemudian jatuh dengan perguliran yang sama .
barangkali seperti kertas-kertas sisa bungkusan , menawan di awal lalu mengecewakan .
Tapi tolong !!!
Ada kalanya aku butuh udara sekedar menghirup kelelahan mendera . ada kalanya keegoisan tak mampu ku tampik hingga hati-hati kecil lain terluka meneriakan “KECEWA” ..
Dan kini aku terasingkan dengan ego dan ambisi yang menyesatkan . pasukan setan pun tertawa ada di atas derita manusia hina .
tolong ..
beri sedikit jeda, kasihinilah kebisuan . kasihinilah batin yang terjebak buih penjara .
kekosongan menjadi dialog-dialog naskah sebentar . membilah sepotong kue-kue basi berantakan .
Aku bukan purnama di sudut jendela dengan bulatan sempurna menarik retina bicara .
atau bak melati putih, hidup dalam secercah pesona hanya menguning ketika tua .
Aku hanya sebutir debu terinjak lalu terbang kemudian jatuh dengan perguliran yang sama .
barangkali seperti kertas-kertas sisa bungkusan , menawan di awal lalu mengecewakan .
Tapi tolong !!!
Ada kalanya aku butuh udara sekedar menghirup kelelahan mendera . ada kalanya keegoisan tak mampu ku tampik hingga hati-hati kecil lain terluka meneriakan “KECEWA” ..
Dan kini aku terasingkan dengan ego dan ambisi yang menyesatkan . pasukan setan pun tertawa ada di atas derita manusia hina .
tolong ..
beri sedikit jeda, kasihinilah kebisuan . kasihinilah batin yang terjebak buih penjara .
pengorbanan
walaupun hujan tak turun lagi ....
ku rela memberikan air mata ku untuk menyejukan hati mu ...
andai angin tak memberikan udara segar lagi ...
ku rela napas ku untuk menjadi udara segar di hatimu ....
karena ku tak ingin melihat orang yang ku sayang menderita ....
ku rela memberikan air mata ku untuk menyejukan hati mu ...
andai angin tak memberikan udara segar lagi ...
ku rela napas ku untuk menjadi udara segar di hatimu ....
karena ku tak ingin melihat orang yang ku sayang menderita ....
peralatan membatik dan fungsinya
a. GawanganGawangan ialah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan dibuat dari bahan kayu, atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah dipindah - pindah, tetapi harus kuat dan ringa.
b. BandulBandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang di kantongi. Fungsi pokok Bandul ialah untuk menahan mori yang baru dibatik agar tidak mudah tergeser ditiup angin, atau tarikan si pembatik secara tidak sengaja. Jadi tanpa bandul pekerjaan membatik dapat saja dilaksanakan.
c. Wajan.Wajan ialah perkakas untuk mencairkan malam (lilin untuk membatik). Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa mempergunakan alat lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik dari pada yang dari logam, karena tangkainya tidak mudah panas. Tetapi wajan tanah liat agak lambat memanaskan malam.
d. Anglo.Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo adalah alat perapian sebagai pemanas malam. Apabila mempergunakan anglo, maka bahan untuk membuat api ialah arang kayu. Jika mempergunakan kayu bakar anglo diganti dengan keren : keren inilah yang banyak dipergunakan orang didesa-desa. Keren pada prinsipnya sama dengan anglo, tetapi tidak bertingkat.
e. Tepas.Tepas ialah alat untuk membesarkan api menurut kebutuhan : terbuat dari bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Tepas dan ilir pada pokoknya sama, hanya berbeda bentuk. Tepas berbentuk empat persegi panjang dan meruncing pada salah satu sisi lebarnya dan tangkainya terletak pada bagian yang runcing itu. Sedangkan ilir berbentuk bujur sangkar dan tangkainya terletak pada salah satu sisi serta memanjang kesamping.
f. Taplak.Taplak ialah kain untuk menutup paha si pembatik supaya tidak terkena tetesan malam, panas sewaktu canting di tiup, atau waktu membatik. Taplak biasanya dibuat dari kain bekas.
g. Saringan malam.Saringan ialah alat untuk menyaring malam, panas yang banyak kotorannya. Jika malam disaring, maka kotoran dapat dibuang, sehingga tidak mengganggu jalannya pada cucuk genting sewaktu dipergunakan untuk membatik.
h. Dingklik (lincak).Dingklik atau lincak pada prinsipnya sama, tempat duduk si pembatik. Tetapi pembatik dapat pula duduk diatas tikar.
i. canting.Canting ialah pokok untuk membatik yang menentukan apakah hasil pekerjaan itu dapat disebut batik, atau bukan batik. Canting dipergunakan untuk menulis (melukiskan malam), membuat motif-motif batik yang diinginkan. Alat itu terbuat dari tembaga.
referensi : http://ucha.blog.unair.ac.id
b. BandulBandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang di kantongi. Fungsi pokok Bandul ialah untuk menahan mori yang baru dibatik agar tidak mudah tergeser ditiup angin, atau tarikan si pembatik secara tidak sengaja. Jadi tanpa bandul pekerjaan membatik dapat saja dilaksanakan.
c. Wajan.Wajan ialah perkakas untuk mencairkan malam (lilin untuk membatik). Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa mempergunakan alat lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik dari pada yang dari logam, karena tangkainya tidak mudah panas. Tetapi wajan tanah liat agak lambat memanaskan malam.
d. Anglo.Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo adalah alat perapian sebagai pemanas malam. Apabila mempergunakan anglo, maka bahan untuk membuat api ialah arang kayu. Jika mempergunakan kayu bakar anglo diganti dengan keren : keren inilah yang banyak dipergunakan orang didesa-desa. Keren pada prinsipnya sama dengan anglo, tetapi tidak bertingkat.
e. Tepas.Tepas ialah alat untuk membesarkan api menurut kebutuhan : terbuat dari bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Tepas dan ilir pada pokoknya sama, hanya berbeda bentuk. Tepas berbentuk empat persegi panjang dan meruncing pada salah satu sisi lebarnya dan tangkainya terletak pada bagian yang runcing itu. Sedangkan ilir berbentuk bujur sangkar dan tangkainya terletak pada salah satu sisi serta memanjang kesamping.
f. Taplak.Taplak ialah kain untuk menutup paha si pembatik supaya tidak terkena tetesan malam, panas sewaktu canting di tiup, atau waktu membatik. Taplak biasanya dibuat dari kain bekas.
g. Saringan malam.Saringan ialah alat untuk menyaring malam, panas yang banyak kotorannya. Jika malam disaring, maka kotoran dapat dibuang, sehingga tidak mengganggu jalannya pada cucuk genting sewaktu dipergunakan untuk membatik.
h. Dingklik (lincak).Dingklik atau lincak pada prinsipnya sama, tempat duduk si pembatik. Tetapi pembatik dapat pula duduk diatas tikar.
i. canting.Canting ialah pokok untuk membatik yang menentukan apakah hasil pekerjaan itu dapat disebut batik, atau bukan batik. Canting dipergunakan untuk menulis (melukiskan malam), membuat motif-motif batik yang diinginkan. Alat itu terbuat dari tembaga.
referensi : http://ucha.blog.unair.ac.id
Minggu, 15 Mei 2011
TUHAN KIRIM KAO DISINI
Tuhan kirim kao k sini u/ ku cintai
u/ menemani hidupku
Tuhan beri kao u/ ku bintang yang ku cari
yang tlah hilang o/ wktu
Saat hidup tak menentu tak tentu arah 7an
kao datang...kao tunjukan ak
Saat harapan memudar anganku mulai hilang
kao tetap saja . .membakar hatiku
Waktu fantasiku telah mati
kao paksa ku terus bermimpi
Waktu semangatku tlah berhenti
kao paksaku terus berlari
Tuhan kirim kao k sini /ku sayangi
untuk menemani hariku . . .
Tuhan kirim kao u/ ku bintang yang ku cari.. ..
u/ menemani hidupku
Tuhan beri kao u/ ku bintang yang ku cari
yang tlah hilang o/ wktu
Saat hidup tak menentu tak tentu arah 7an
kao datang...kao tunjukan ak
Saat harapan memudar anganku mulai hilang
kao tetap saja . .membakar hatiku
Waktu fantasiku telah mati
kao paksa ku terus bermimpi
Waktu semangatku tlah berhenti
kao paksaku terus berlari
Tuhan kirim kao k sini /ku sayangi
untuk menemani hariku . . .
Tuhan kirim kao u/ ku bintang yang ku cari.. ..
Takkan bepaling dari Mu
Kala malam bersihan wajah-Nya dari bintang"
dan mulai turunkan stetes air langit dari tubuhnya
tanpa sadar ingatnya alam krena kuasa Mu & takkan habis sampai d akhir waktu. .Perjalanan ini
Terima kasihku pada Mu Tuhanku tak mungkin dapat terlukis oleh kata" hanya diriMu yang tau betapa besar rasa cinta ku padamu. .
Tuhan AnugerahMu tak pernah berhenti selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam & satu janjiku takan berpaling darimu. . .
dan mulai turunkan stetes air langit dari tubuhnya
tanpa sadar ingatnya alam krena kuasa Mu & takkan habis sampai d akhir waktu. .Perjalanan ini
Terima kasihku pada Mu Tuhanku tak mungkin dapat terlukis oleh kata" hanya diriMu yang tau betapa besar rasa cinta ku padamu. .
Tuhan AnugerahMu tak pernah berhenti selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam & satu janjiku takan berpaling darimu. . .
Langganan:
Postingan (Atom)